LPG 3 Kg Langka, Pemkab Toraja Utara Gelar Operasi Pasar

SULSELTA, Toraja Utara Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Langkah tersebut diambil guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menstabilkan harga gas bersubsidi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Sejak Senin (29/6/2026), ratusan warga memadati Lapangan Bakti di Rantepao dan sejumlah titik di Kecamatan Tallunglipu untuk mendapatkan LPG 3 kilogram. Warga terlihat mengantre dengan membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pembelian.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Toraja Utara, Anton Sulo, menjelaskan meningkatnya permintaan LPG bersubsidi diduga dipengaruhi tingginya aktivitas masyarakat, terutama pelaksanaan upacara adat Rambu Solo’ dan Rambu Tuka’ yang membutuhkan konsumsi energi dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan di sejumlah pangkalan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggelar operasi pasar selama beberapa hari di sejumlah titik strategis. Dalam kegiatan tersebut, LPG 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Zona I sebesar Rp21.000 per tabung.

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, setiap warga dibatasi membeli maksimal dua tabung dengan menunjukkan KK asli. Kebijakan itu juga dimaksudkan untuk mencegah penimbunan dan pembelian dalam jumlah besar oleh pihak yang tidak berhak.

Kelangkaan LPG bersubsidi turut memicu kenaikan harga di tingkat pengecer. Pemerintah daerah menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap pangkalan resmi dan menindak pelaku usaha yang terbukti menjual di atas HET maupun menyalahgunakan distribusi LPG subsidi.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Mereka berharap pasokan LPG 3 kilogram segera kembali normal sehingga kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi tanpa harus mengantre dalam waktu lama.

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600