SULSELTA.NET, Makassar — Sebuah pengisi daya portabel (power bank) terbakar di dalam kabin pesawat Batik Air penerbangan ID-6143 rute Makassar-Jakarta pada Rabu (29/7/2026). Insiden yang terjadi saat pesawat mengudara itu berhasil ditangani awak kabin sesuai prosedur keselamatan, sehingga penerbangan dapat dilanjutkan hingga mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pesawat Airbus Batik Air tersebut sebelumnya lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Jakarta sesuai jadwal. Sekitar 20 hingga 30 menit setelah mengudara, sebuah power bank di area tempat duduk penumpang dilaporkan mengeluarkan asap tebal disertai percikan api yang memicu kepanikan di dalam kabin.
Sejumlah penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat berdiri dan menjauh dari sumber asap. Namun, awak kabin segera merespons laporan tersebut dengan menerapkan prosedur penanganan kebakaran di dalam pesawat.
Kru kabin kemudian mengisolasi perangkat yang menjadi sumber api dan memadamkannya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di kabin. Setelah api berhasil dipadamkan, awak kabin menenangkan penumpang hingga kondisi di dalam pesawat kembali kondusif.
Berkat penanganan cepat tersebut, penerbangan ID-6143 dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Pesawat akhirnya mendarat dengan aman di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tanpa kendala lanjutan. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan selamat serta tidak mengalami cedera.
Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui keterangan resminya kembali mengingatkan bahwa power bank tidak diperbolehkan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan. Maskapai juga menegaskan bahwa power bank wajib dibawa di dalam bagasi kabin yang tetap berada dalam pengawasan penumpang dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi tercatat maupun disimpan di kompartemen bagasi atas.
Hingga kini, Batik Air bersama otoritas terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut serta mengevaluasi spesifikasi perangkat yang terlibat. Sementara itu, informasi mengenai identitas pemilik power bank, nomor kursi, dan penyebab teknis pasti masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. (*)
Editor :
Albar Arianto








