SULSELTA.NET, Makassar — Rangkaian aksi yang diduga melibatkan kelompok geng motor di sejumlah titik di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian aparat kepolisian. Berbagai insiden, mulai dari dugaan penyerangan terhadap warga, balap liar, hingga dugaan penggunaan senjata tajam dan busur, telah ditangani melalui patroli, penyelidikan, dan penindakan.
Salah satu kejadian terjadi di kawasan Kampung Tamajene, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sekelompok pengendara motor diduga melakukan aksi penyerangan ke arah permukiman warga sehingga memicu perlawanan dari warga sekitar. Dalam insiden tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat busur, sementara satu unit sepeda motor terbakar di lokasi kejadian.
Sebelumnya, aparat Polrestabes Makassar juga meningkatkan patroli untuk mengantisipasi aksi tawuran, balap liar, dan gangguan keamanan pada malam hari. Dalam salah satu operasi, petugas mengamankan tiga remaja yang diduga hendak terlibat dalam aksi tawuran. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut, di antaranya ketapel, anak panah busur, dan petasan.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa gangguan keamanan yang diduga dilakukan kelompok geng motor masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kota Makassar. Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang terlibat dalam setiap peristiwa serta mendalami keterkaitan antarinsiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, kepolisian juga terus mengintensifkan patroli di lokasi-lokasi yang dinilai rawan sebagai upaya pencegahan terhadap aksi balap liar, tawuran, maupun tindak kriminal jalanan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan aksi geng motor atau gangguan kamtibmas lainnya. Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan terhadap sejumlah kasus tersebut masih berlangsung. (*/Red)








