SULSELTA.NET, Makassar — Forum Pemuda Mahasiswa Wija To Luwu (FPM-WTL) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan PT Vale Indonesia Tbk di Kota Makassar pada Rabu (22/7/2026). Aksi tersebut akan mengangkat sejumlah isu terkait pengembangan Blok Tanamalia di Kabupaten Luwu Timur, termasuk perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun SULSELTA.NET dari sejumlah sumber, massa aksi berencana menyampaikan tuntutan kepada PT Vale dan pemerintah agar memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta hak masyarakat yang terdampak dalam setiap tahapan pengembangan proyek Tanamalia.
Rencana aksi tersebut telah diberitakan oleh beberapa media lokal di Sulawesi Selatan. Informasi yang beredar menyebutkan FPM-WTL akan membawa sejumlah tuntutan terkait pengelolaan kawasan Tanamalia. Namun, hingga berita ini diterbitkan, SULSELTA.NET masih menunggu dokumen resmi mengenai seluruh poin tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.
Di sisi lain, PT Vale Indonesia sebelumnya menyatakan bahwa Proyek Tanamalia merupakan bagian dari pengembangan usaha perusahaan yang berada dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Perusahaan menjelaskan proyek tersebut masih berada pada tahapan studi dan eksplorasi serta dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Isu pengembangan Blok Tanamalia telah menjadi perhatian berbagai pihak dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan organisasi lingkungan menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak kegiatan pertambangan terhadap kawasan hutan, sumber daya alam, serta ruang hidup masyarakat sekitar. Sementara itu, PT Vale menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasional secara berkelanjutan dan membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan.
Hingga Selasa (21/7/2026) malam, belum ada keterangan resmi terbaru dari PT Vale Indonesia terkait rencana aksi yang akan berlangsung di Makassar. SULSELTA.NET juga masih menunggu konfirmasi dari Polrestabes Makassar mengenai skema pengamanan aksi tersebut. (*)
Editor :
Albar Arianto








