SULSELTA.NET, Makassar — Ratusan peternak ayam petelur dan ayam potong dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (10/8/2026).
Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan telur dan ayam hidup secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan. Aksi simbolis itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tingginya biaya produksi di tengah rendahnya harga jual hasil peternakan.
Massa yang tergabung dalam Peternak Rakyat Sulawesi datang membawa telur dan ayam. Mereka menyampaikan aspirasi terkait kondisi usaha peternakan rakyat yang dinilai semakin tertekan dalam tiga hingga empat bulan terakhir.
Peternak mengeluhkan harga pakan yang tinggi, sementara harga telur di tingkat peternak mengalami penurunan. Harga telur disebut berada di kisaran Rp38.000 per rak, dari harga normal sekitar Rp45.000 per rak.
Kondisi tersebut membuat peternak mengaku mengalami kerugian sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per rak. Tekanan biaya produksi juga disebut menyebabkan sebagian peternak kesulitan membeli pakan untuk mempertahankan usahanya.
Di sela-sela penyampaian aspirasi, peternak membagikan telur dan ayam kepada pengendara, termasuk pengemudi ojek online dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Pembagian tersebut sempat menarik perhatian warga dan menimbulkan kepadatan di sekitar Jalan Urip Sumoharjo.
Personel kepolisian melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus kendaraan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Dalam aksinya, peternak juga membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Aspirasi tersebut antara lain meminta penurunan harga pakan, ketersediaan jagung sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP), stabilisasi harga telur dan pasokan Day Old Chick (DOC), serta pengaturan tata niaga yang dinilai lebih berpihak kepada peternak rakyat.
Massa turut meminta pembatasan dominasi perusahaan integrator dalam usaha peternakan serta perbaikan tata kelola impor bahan baku pakan.
Aksi pembagian telur dan ayam gratis menjadi simbol kondisi yang dihadapi peternak. Mereka menilai menjual komoditas dengan harga yang tidak menutupi biaya produksi terus memperbesar kerugian.
Aksi berlangsung dengan pengawalan kepolisian. Meski sempat terjadi kepadatan akibat banyaknya massa dan masyarakat yang menerima telur serta ayam, situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap aman.
Peternak berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menindaklanjuti aspirasi mereka dan mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan harga pakan, biaya produksi, serta harga jual hasil peternakan rakyat. (*/Red)








